Jumat, 28 Agustus 2020

Taman Pintar Integrated Eco Management: Membangun Pariwisata Berkelanjutan


Pengantar

Taman Pintar Yogyakarta adalah sebuah science center atau pusat ilmu pengetahuan yang dikelola oleh Bidang Pengelolaan Taman Pintar – Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Dalam operasionalnya, Taman Pintar menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan layanan Umum Daerah (PPK BLUD). Sejak tahun 2011, PPK BLUD Taman Pintar berstatus penuh, artinya dalam operasional layanannya sudah tidak menggunakan anggaran dari pemerintah daerah (APBD).

Taman Pintar sebagai sebuah science center yang sekaligus merupakan destinasi wisata unggulan di Kota Yogyakarta, juga tidak dapat dilepaskan dari rencana besar pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan lebih dari satu juta pengunjung dari seluruh penjuru wilayah Indonesia bahkan mancanegara tiap tahunnya, Taman Pintar memiliki posisi strategis dalam mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan termasuk budaya dan isu lingkungan didalamnya. Lebih dari itu, sebagai satu-satunya destinasi wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, Taman Pintar diharapkan dapat menjadi pelopor dan percontohan dalam pengelolaan wisata berbasis lingkungan dalam kerangka pariwisata berkelanjutan.

Sejalan dengan kedudukan, peran, tugas dan fungsi serta pola pengelolaan keuangan Taman Pintar, pengembangan pembangunan pariwisata berkelanjutan Taman Pintar bertujuan tidak sebatas untuk efisiensi operasional, namun juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pada akhirnya menumbuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat untuk mengatasi permasalahan lingkungan secara umum. Adapun inovasi atau proyek perubahan yang dilakukan untuk tujuan tersebut adalah pengelolaan Taman Pintar yang ramah lingkungan secara terintegrasi atau disebut dengan Taman Pintar Yogyakarta Integrated Eco Management.

 

Pengertian Taman Pintar Integrated Eco Management

Taman Pintar Integrated Eco Management atau manajemen ramah lingkungan adalah upaya Taman Pintar untuk menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam pengelolaannya. Pada pengelolaan ini, memungkinkan bagi organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas dengan tetap mempertahankan perlindungan lingkungan dan mengurangi dampak lingkungan. Pengelolaan ramah lingkungan dalam proyek perubahan ini meliputi: 1) konservasi energi listrik, 2) konservasi air dan 3) pengelolaan sampah.

Adapun integrated atau integrasi mempunyai makna mengintegrasikan, menyatupadukan, menggabungkan atau mempersatukan. Dalam konteks proyek perubahan ini yang akan diintegrasikan dalam pengelolaan berbasis lingkungan tidak hanya unsur manusianya tetapi juga sumber daya lainnya. Sehingga, ”Taman Pintar Yogyakarta Integrated Eco Management” mengandung makna upaya Taman Pintar untuk meningkatkan kualitas tata kelolanya dengan memperhatikan kelestarian lingkungan secara terpadu.

Dalam konteks proyek perubahan, keterpaduan dalam pengelolaan yang ramah lingkungan meliputi keterpaduan antar sumber daya, manusia dan aktifitas. Yang dimaksud dengan sumber daya dalam hal ini meliputi: energi listrik, air dan sampah, manusia meliputi: karyawan, pengunjung dan tenant di lingkungan Taman Pintar, sedang aktifitas meliputi konservasi energi listrik, air dan pengelolaan sampah. Keterpaduan tersebut dapat digambarkan secara sederhana pada model Taman Pintar Integrated Eco Management yang kemudian ditarnsformasikan kedalam brand logo. 


                 

                   Gambar 1. Model dan Brand Logo Taman Pintar Integrated Eco Management


Sedangkan tagline yang dikembangkan pada inovasi Taman Pintar Integrated Eco Management adalah 3A, yaitu: Awareness (Kesadaran), Action (Aksi) dan Agent (Agen). Hal ini merupakan aspek sumber daya manusia (SDM) yang menjadi sasaran dari program ini, yaitu SDM internal Taman Pintar atau karyawan, para tenant Taman Pintar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan operasional Taman Pintar, pengunjung dan masyarakat luas. Tagline ini mengandung arti upaya Taman Pintar untuk membangun kesadaran dan kepedulian SDM melalui peningkatan pemahaman serta pengetahuan tentang lingkungan, kemudian melakukan tindakan atau kegiatan dalam rangka memelihara lingkungan dan pada akhirnya diharapkan dapat menjadi agen perubahan bagi pelestarian lingkungan.


1. Konservasi Energi Listrik 

Ide dasar dari program konservasi energi listrik adalah bagaimana upaya Taman Pintar untuk efisien dalam penggunaan energi listrik. Terdapat 2 program kegiatan yang dilakukan pada upaya konservasi energi listrik di Taman Pintar, yaitu 1) Edukasi dan kampanye efisiensi penggunaan listrik pada seluruh karyawan Taman Pintar; dan 2) Pelaksanaan retrofit atau upgrade teknologi dan sistem peralatan listrik di Taman Pintar.

Hasil yang terlihat dari program ini adalah efisiensi penggunaan listrik dengan trend penurunan 5% pada bulan yang sama di tahun sebelumnya.

  

2. Konservasi Air 

Pada program konservasi air adalah bagaimana upaya Taman Pintar untuk mengambil air tanah sekecil-kecilnya, yaitu dengan cara memanfaatkan kembali air yang dapat dimanfaatkan, seperti mendaur ulang air sisa wudhu di Masjid Izul Il'mi dan pemanfaatan kembali air kurasan kolam aquarium di Taman Pintar. 

Hasil daur ulang air tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengisi kolam bahari Taman Pintar dan sebagian lainnya untuk keperluan penyiraman tanaman.


3. Pengelolaan Sampah Mandiri

Sebagai sebuah science center, dalam Program Pengelolaan Sampah Mandiri Taman Pintar tidak hanya bertujuan untuk mengolah sampah yang dihasilkan, namun juga ditujukan sebagai edukasi bagi masyarakat, yaitu dengan dikembangkannya wahana Zona Pengolahan Sampah serta kegiatan edukasi berupa workshop tentang pengelolaan dan pengolahan sampahDalam melaksankan pengelolaan sampah, Taman Pintar menggunakan beberapa metode dengan  maksud agar masyarakat dapat melihat secara langsung dan memahami bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam mengelola sampah sesuai dengan tujuan dan jenisnya. Adapun metode yang dikembangkan adalah:

1)      Metode Biopori;

2)      Metode Komposter Komunal; dan

3)      Metode cacing tanah untuk mengolah sampah daun; serta

4)  Metode lalat hitam atau Black Soldier Fly (BSF) yang diperuntukan untuk mengolah sisa makanan. Hasil dari pengolahan sampah ini berupa pupuk dan media tanam yang dapat langsung dimanfaatkan.



Zona Pengolahan Sampah Mandiri:
Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan program Taman Pintar Intergrated Eco Management

Adapun hasil dari program ini, 80 persen sampah di Taman Pintar saat ini sudah dapat diolah di sumbernya. Dengan demikian, maka yang dulunya 100% sampah dibuang ke TPA Piyungan, saat ini hanya tinggal 20% residu yang dibuang ke sana sehingga ikut mengurangi beban TPA Piyungan.


Ketika Aku Mencintaimu...

cinta yang kuberi,
sepenuh hatiku,
entah yang kuterima,
aku tak peduli...

Sepenggal bait puisi lagu Ebiet G. Ade yang masih akrab terdengar di telinga kita sampai kini, mengingatkan bahwa cinta hadir dari ketulusan hati, keikhlasan dan tanpa pamrih. Tak peduli, apakah "dia" yang kita cinta akan membalas pengorbanan yang telah dilakukan atau tidak, tak peduli apakah "dia" menghargai apa yang telah kita lakukan untuknya ataupun tidak. Kedengaran naif memang, terkesan cengeng dan primordial, namun demikianlah cinta, dari zaman Nabi Adam sampai kini. Rumit bila hendak dibicarakan, namun sederhana bila kita hendak merasakan.

Ungkapan dan perwujudan cinta berbeda pada setiap individu, ada orang yang dengan lugas dapat mengungkapkannya, namun ada pula diungkapkan dalam wujud yang sangat tak dapat dimengerti. Satu hal yang pasti, cinta hadir dari dalam hati dan terungkap tanpa syarat. (fie')





Selasa, 25 Agustus 2020

Bank Ide Tallahassee (iBank Tally): Peningkatan Keterlibatan Masyarakat melalui Teknologi Informasi

Pengantar

Tulisan ini merupakan tugas akhir pada saat saya mengikuti Profesional Felowship di Amerika Serikat beberapa tahun lalu. Sebuah tugas yang diberikan untuk memberi masukan pada program yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Kota Tallahassee, Florida.

Semoga bermanfaat.  

☺☺☺


iBank Tally merupakan singkatan dari Ideas Bank Tallahassee, sebuah program berbasis teknologi informasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Thallahassee, Florida, untuk mengajak dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembuatan dan penyusunan program pembangunan dan pelayanan publik.


Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi yang pesat memaksa orang untuk mengikuti dan memanfaatkannya. Hampir setiap orang dibelahan dunia sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-harinya, baik untuk pencarian informasi, komunikasi atau hanya untuk bersenang-senang. Penggunaan internet baik itu melalui computer PC, laptop bahkan smartphone sudah sangat lazim digunakan bahkan oleh anak kecil sekalipun, ditambah lagi adanya teknologi Wifi yang membuat penggunaan telnologi ini relatif mudah dan murah untuk dapat diakses oleh siapapun.

Teknologi informasi banyak digunakan untuk memudahkan komunikasi dalam kehidupan, baik itu komunikasi pribadi mapun komunikasi antar organisasi bahkan antar negara. Kecepatan penyampaian informasi merupakan aspek yang  diandalkan dalam teknologi ini. Hampir dapat dipastikan bahwa apa yang terjadi dan informasi apa yang berkembang pada detik ini dapat langsung diketahui dan dinikmati setiap orang dimanapun dia berada, sehingga dapat dikatakan bahwa penyebaran informasi melalui teknologi informasi merupakan sarana komunikasi yang sangat efektif.

Teknologi inilah yang kemudian banyak dimanfaatkan oleh pemerintah baik untuk meningkatan kualitas komunikasi maupun pelayanan pada masyarakat. Banyak model dan strategi yang dikembangkan, mulai dari hanya untuk penyebaran informasi pembangunan dan pelayanan masyarakat sampai pada upaya peningkatan peran serta masyarakat dalam proses pembangunan itu sendiri.

Di banyak negara berkembang, pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat dalam komunikasi pembangunan masih bersifat pasif dan reaktif. Namun, seiring dengan perkembangan dan kemajuan suatu negara, peran tersebut berkembang menjadi lebih aktif dan penuh inisiatif. Masyarakat tidak hanya menerima informasi dari pemerintah tapi juga aktif dalam memberikan tanggapan dan masukan pada program pemerintah.

Hal inilah yang ditangkap oleh Pemerintah Kota Thallahassee, Florida, inisiatif penggunaan teknologi informasi untuk mengajak dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembuatan dan penyusunan program pembangunan dan pelayanan publik dikembangkan. Yang kemudian disebut dengan Ideas Bank Tallahassee (iBank Tally).

 


iBank Tally

iBank Tally merupakan kependekan dari Idea Bank Tallahassee (Bank Ide Tallahassee). Pada awalnya iBank Tally dikembangkan untuk mendukung program “Tallahassee GreenPrint” yang merupakan program strategis sustainability (keberlanjutan) Pemerintah Kota Tallahassee. Program ini merupakan salah satu sarana bagi masyarakat untuk menghimpun dan berbagi ide dan pendapat dalam rangka meningkatkan kehidupan masyarakat, khususnya dalam hal lingkungan. Namun dalam perkembangannya dan dengan beberapa pertimbangan, iBank Tally juga dapat digunakan tidak hanya menyangkut isu sustainability, namun dalam topik dan isu yang lebih luas,. Dengan adanya iBank Tally, diharapkan peran serta masyarakat dalam isu pembangunan Kota Tallahassee akan semakin dinamis dan meningkat.

Pengembangan iBank Tally dibangun dengan memanfaatkan teknologi informasi. Sehingga banyak hal yang perlu dipertimbangkan, baik masalah program dan aplikasi; materi atau konten yang akan ditampilkan sampai pada pengaturan dan management pemanfaatan ide dan pendapat masyarakat.

 

Dasar Teori

Ada tiga kata kunci yang terkait dengan pengembangan iBank, yaitu keterlibatan masyarakat, idea sourcing (sumber ide) dan teknologi informas.

Keterlibatan Masyarakat

Ada banyak istilah dan definisi yang berkaitan dengan keterlibatan masyarakat. Fraiser Basin Concil (2003) merujuk bahwa keterlibatan masyarakat adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam halpengambilan keputusan dan tindakan yang membantu membentuk komunitas mereka. Sementara Fawcett et al, (1995; Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat adalah proses bekerja bersama-sama dengan dan melalui sekelompok orang yang berafiliasi dengan kedekatan geografis, minat khusus, atau situasi yang sama untuk mengatasi masalah yang mempengaruhi efektivitas (kesejahteraan) dari orang-orang.

Departemen Kesehatan Minnesota (2002) mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat adalah sebuah proses, bukan sebuah program, dalam hal menilai, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi solusi untuk masalah yang mempengaruhi mereka. Dengan demikian, keterlibatan masyarakat melibatkan kepercayaan interpersonal, komunikasi, dan kolaborasi. Keterlibatan tersebut, atau partisipasi, harus fokus pada, dan hasil dari, kebutuhan, harapan, dan keinginan anggota suatu komunitas.

Dengan demikian, keterlibatan masyarakat adalah proses untuk melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan untuk tujuan menerapkan visi kolektif untuk kepentingan masyarakat.

 

Idea sourcing

Sederhananya, idea sourcing (sumber ide) adalah konsep untuk mengumpulkan ide-ide dan pendapat  warga negara atau masyarakat. Dan salah satu alat untuk melakukan proses ini disebut crowdsoursing. Crowdsourcing adalah proses mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, ide, atau konten dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang, dan terutama dari komunitas online, dan bukan dari karyawan tradisional atau pemasok/vendor. Atau bisa juga berarti melibatkan banyak orang dalam suatu potongan proyek. Dalam penjangkauan pendidikan dan nirlaba, crowdsourcing adalah bentuk keterlibatan masyarakat, seperti berpartisipasi dalam kursus online, mengumpulkan dan meng-upload foto untuk proyek ilmiah komunitas, bermain game matematika untuk membantu guru menemukan metode baru untuk mengajar cara mudah matematika, atau berpartisipasi dalam diskusi/forum online.

Salah satu istilah yang juga terkait dengan idea sourcing adalah community sourcing. Perbedaannya adalah bahwa dalam community sourcing, target atau komunitas kelompok telah ditentukan sebelumnya, sementara crowdsourcing target belum ditentukan.

 

Teknologi Informasi

Menurut Random House Webster Kernerman College Dictionary (2010), teknologi informasi adalah pengembangan, implementasi, dan pemeliharaan perangkat keras komputer dan sistem perangkat lunak untuk mengatur dan mengkomunikasikan informasi secara elektronik.

Teknologi informasi juga dapat dikatakan sebagai cabang teknik yang berhubungan dengan penggunaan komputer dan telekomunikasi untuk mengambil dan menyimpan dan mengirimkan informasi. Hal ini juga dapat dikatakan sebagai aplikasi komputer dan peralatan telekomunikasi untuk menyimpan, mengambil, mengirim dan memanipulasi data. Istilah ini umumnya digunakan sebagai sinonim untuk komputer dan jaringan komputer, tetapi juga mencakup teknologi distribusi informasi lain seperti televisi dan telepon. Beberapa industri yang terkait dengan teknologi informasi, termasuk perangkat keras komputer, perangkat lunak, elektronik, semikonduktor, internet, peralatan telekomunikasi, e-commerce, dan layanan komputer.

Dengan demikian, teknologi informasi mengacu pada apapun yang berhubungan dengan teknologi komputasi, seperti jaringan, perangkat keras, perangkat lunak, Internet, atau orang-orang yang bekerja dengan teknologi ini untuk mengatur dan mengkomunikasikan informasi secara elektronik.

 

Beberapa Isu Sejenis

Upaya peningkatan keterlibatan aktif masyarakat dalam hal menghimpun ide dan pendapat masyarakat melalui suatu mekanisme dengan memanfaatkan teknology informasi sudah dikembangkan oleh pemerintah, baik pemerintah lokal maupun kementerian di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat maupun luar Amerika Serikat. Konsep ini disebut “idea sourcing”.

Konsep idea sourcing ini baru dikembangkan oleh Kota Philadelphia. Dengan menggunakan praktek crowdsourcing untuk mendapatkan layanan, ide, atau konten dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang dan terutama dari komunitas online. Kota ini mengeluarkan request for proposal (RFP) untuk Ide Sourcing Platform, sebuah portal elektronik dimana warga dapat memberikan ide untuk perbaikan layanan perkotaan. Fungsi online platform idea sourcing yang mudah digunakan adalah yang memungkinkan admin untuk meminta, memprioritaskan, mengkategorikan, dan menganalisis masukan dari masyarakat tentang berbagai masalah kebijakan.

Bentuk layanan meliputi: jajak pendapat instan, topik/pertanyaan, alokasi anggaran, survei, berbagi foto & prioritas, video-sharing & prioritas, manajemen konten dashboard dan data & metrik dashboard.

Konsep idea sourcing, juga telah digunakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non-formal dan Informal, yang memiliki misi dan tanggung jawab untuk meningkatkan kehidupan masyarakat melalui program pembangunan, khususnya di bidang anak usia dini, pendidikan nonformal dan informal, seperti komunitas pendidikan anak usia dini (PAUD), taman bacaan masyarakat (TBM), keaksaraan fungsional, program kursus keterampilan bagi masyarakat dan banyak lainnya.

Untuk mendorong masyarakat untuk berbagi ide dan inisiatif mereka, mereka meminta usulan yang mengacu pada topik yang sedang dikembangkan. Misalnya, tentang TBM, untuk mengumpulkan ide-ide dari masyarakat model baru atau strategi bagaimana mengelola sebuah TBM sehingga mereka dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang sangat besar untuk meningkatkan literasi masyarakat. Dalam satu periode, mereka akan memilih sejumlah ide atau proposal "terbaik" dan kemudian memberi mereka hibah untuk mengimplemntasikan ide-ide tersebut. Pengajuan proposal dilakukan secara online yang bertujuan untuk mempermudah proses dan meningkatkan akuntabilitas publik.

Selain dua kasus tersebut, konsep ide sourcing juga digunakan oleh National Wildlife Federation (NWF), sebuah organisasi konservasi Amerika yang melindungi satwa liar untuk masa depan anak-anak. Dalam website online mereka, mereka mendorong orang dan keterlibatan masyarakat dalam salah satu tools  atau menu yang disebut dengan "take an action", "donate" dan "how to help", dimana masyarakat dapat mengirimkan ide-ide dan komentar mereka, meng-upload foto satwa liar, mengadopsi binatang, menyumbangkan dana dan banyak lainnya.

 

Pembahasan

Sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu, bahwa iBank Tally diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menentukan program layanan pemerintah (khususnya yang berkaitan dengan sustainability) tentunya memiliki konsep dan karakteristik tersendiri. Berdasarkan beberapa teori dan isue terkait, beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan pengembangan iBank Tally.

1.    Website

Pada awalnya ide dari Ibank adalah untuk menyusun strategi GrenPrint Kota Tallahassee, dan kemudian berkembang menjadi suatu layanan online Kota Tallahasse untuk menampung aspirasi masyarakat pada kebijakan pemerintah kota. Namun sebelum membuat suatu platform mengenai iBank, penting untuk dipertimbangkan adalah, apakah sarana Ibank Tally akan tergabung dalam website kota Tallahssee ataukah akan ada satu portal tersendiri yang secara mandiri dibangun.

Apabila iBank menjadi salah satu link atau menu dalam website resmi kota Tallahasse, maka penggalian ide masyarakat dirasa kurang efektif dibanding menjadi satu website tersendiri. Hal ini mengingat, dalam website tersebut sudah begitu banyak informasi yang disajikan, sehingga masyarakat tidak akan fokus pada apa yang akan mereka lakukan. Kecuali orang-orang yang dengan sengaja ingin berpartisipasi dalam iBank tersebut. Disamping juga akan menyulitkan kategorisasi ide-ide dari masyarakat dan tentunya pada pengaturannya.

2.    Kelompok sasaran

Kelompok sasaran adalah orang-orang atau masyarakat yang perlu dicapai. Alasan dikembangkannya iBank adalah untuk memfasilitasi Pemerintah Kota dalam rangka melibatkan masyarakat dalam program pemerintah melalui suatu mekanisme idea sourcing. Sehingga penting untuk memiliki rencana dan pemahaman apakah kelompok sasaran tersebut berupa komunitas tertentu, crowd atau keduanya.. Aspek mempengaruhi penentuan target tersebut adalah tujuan memberikan pesan dan juga jenis keterlibatan yang telah diharapkan.

Ada dua jenis keterlibatan masyarakat, aktif atau pasif. Keterlibatan aktif lebih menarik bagi komunitas, dan kurang menarik bagi crowd, karena mereka sudah memiliki informasi awal dan sudah memilih untuk mendukung pekerjaan. iBank dapat menargetkan masyarakat baik, kerumunan atau hybrid.

 

3.    Tujuan dan Fitur

Secara khusus, tujuan iBank adalah untuk melibatkan masyarakat dalam mengarahkan konsep pembangunan kota secara umum, tetapi di antara tujuan umum, ada tujuan yang secara khusus dapat didefinisikan bentuk partisipasi yang diharapkan sejalan dengan program pemerintah. Hal inilah yang akan mempengaruhi fitur atau fungsi yang akan disertakan. Berikut adalah beberapa fitur yang dapat dipertimbangkan.

a) Instan poll/jajak pendapat Instan: merupakan survei opini publik dari sampel tertentu. Jajak pendapat dan survei opini publik biasanya dirancang untuk mewakili pandangan dari populasi dengan melakukan serangkaian pertanyaan dan kemudian ekstrapolasi generalisasi dalam rasio atau dalam interval kepercayaan. Hal ini memungkinkan mekanik untuk mengajukan pertanyaan dan memberikan pilihan bagi warga untuk memilih jawaban.

b) Survey (survei online): adalah kuesioner dengan target audiens tertentu dan diharapkan mendapat tanggapan yang lebih dapat menyelesaikan masalah melalui dari website. Survei online biasanya dibuat dalam bentuk Web dengan database untuk menyimpan jawaban dan software statistik untuk memberikan analisis. Orang dapat didorong untuk menyelesaikan survei online dengan memberikan insentif seperti undian untuk memenangkan hadiah.

c) Forum Web: adalah bagian dari sebuah website yang memungkinkan masyarakat untuk berkomunikasi satu sama lain dengan postingan pesan. Kebanyakan forum memungkinkan pengunjung anonim untuk melihat posting forum, tetapi tetap dibutuhkan mekanisme pembuatan akun untuk mengirim pesan di forum. Ketika posting di forum, masyarakat dapat memposting balasan dalam thread yang sudah ada atau membuat topik baru, hal ini tentunya dapat memberikan informasi apa topik yang sedang hangat dan menjadi perhatian masyarakat dalam suatu periode waktu tertentu.

d) Weblog/Multi-Author Blog (MABs): adalah sebuah situs diskusi atau informasi yang dipublikasikan di situs web dan terdiri dari entri diskrit ("posting") biasanya ditampilkan dalam urutan kronologis terbalik (posting terbaru muncul pertama kali). Masyarakat dapat diundang untuk menulis artikel dan posting di blog dengan topik yang telah ditentukan dalam periode waktu. Weblog memungkinkan orang untuk meninggalkan komentar dan bahkan pesan satu sama lain, dan interaktivitas yang membedakan mereka dari website statis lainnya. Dalam hal ini, admin juga dapat menulis wacana baru atau artikel kemudian meminta umpan balik dari masyarakat tentang hal itu.

e) Berbagi foto & video: adalah penerbitan atau transfer foto digital atau video, sehingga memungkinkan orang untuk berbagi dengan orang lain. Fungsi ini disediakan melalui kedua website dan aplikasi yang memfasilitasi upload dan menampilkan gambar. Sharing berarti bahwa pengguna lain dapat melihat tetapi tidak harus men-download foto-foto, pengguna bisa memilih opsi hak cipta yang berbeda untuk foto mereka. Di iBank, istilah berbagi foto dan video dapat digunakan sebagai tempat untuk berbagi kegiatan baik yang dilakukan oleh masyarakat atau kota yang terkait dengan isu-isu atau topik yang telah ditentukan atau sedang dibahas.

f) Call for proposal: mengacu pada kegiatan dimana warga atau masyarakat diundang untuk mengajukan proposal proyek. Selain fungsi tersebut atau fitur, iBank juga dapat diintegrasikan dengan media sosial, seperti facebook, twitter, linkedin dll.

 

4. Klasifikasi /Kategorisasi Ide

Klasifikasi ide atau gagasan kategorisasi adalah proses di mana ide-ide dihimpun, dibedakan, dan dipahami. Kategorisasi menyiratkan bahwa ide-ide dikelompokkan ke dalam beberapa kategori untuk tujuan tertentu. Cara mengkategorikan akan menentukan langkah-langkah berikutnya untuk implementasi dan tindak lanjut.

 

5. Manajemen

Setidaknya ada dua pertanyaan yang berhubungan dengan pengelolaan iBank, yang akan mengelola dan bagaimana hal itu akan dikelola. Sejak iBank Tally diharapkan menjadi salah satu sarana City keterlibatan masyarakat dan ide sourcing, untuk memutuskan siapa yang akan mengelola, bertanggung jawab dan maintance merupakan salah satu aspek yang harus dipertimbangkan. Mengangkatnya ke kursus tingkat yang lebih tinggi akan memberikan dampak yang lebih baik dalam hal manajemen, karena materi dan diskusi yang akan dimasukkan ke iBank bukan hanya tentang GreenPrint namun berbagai masalah yang berkaitan dengan pelayanan pemerintah. Hal ini juga akan memudahkan koordinasi dan komunikasi antar lapangan, jadi, untuk memutuskan siapa atau departemen mana yang bertanggung jawab untuk proyek ini adalah hal yang penting untuk dilakukan pada pertama. Adapun yang pada akhirnya akan secara teknis mengembangkan dan mengelola iBank apakah staf City atau penyedia disewa adalah hal teknis yang bisa dibahas kemudian.

Beberapa hal yang juga penting untuk disorot adalah pengelolaan iBank. Berikut ini adalah beberapa pertimbangan.

a) Rencana: adalah penyusunan tujuan, strategi, daftar tugas dan jadwal yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Setiap detail harus dicakup dalam perencanaan meliputi lingkup iBank, anggaran dan juga desain sitemap.

b) Desain: berkaitan dengan menampilkan halaman web yang akan terlihat. Hal ini penting untuk menarik perhatian masyarakat dan identitas perusahaan.

c) Pelaksanaan atau Follow-up: adalah inti dari proses iBank. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan menghormati masyarakat atas partisipasi mereka dalam iBank. Koleksi ide, pendapat dan "karya" masyarakat tidak akan mampu memberikan manfaat apapun ke Kota jika ide-ide, pendapat dan "karya" dibiarkan tanpa ada upaya tindak lanjut. Selain itu, akan menimbulkan hilangnya kepercayaan masyarakat pada sistem ini. Pelaksanaan dan tindak lanjut dari iBank pada dasarnya direncanakan dan diputuskan sebelum proses ide-sourcing atau topik atau "tugas" tersebut ditawarkan kepada publik.

d) Mantainance: adalah pemeliharaan yang meliputi pembaruan dan atau perubahan tampilan dan konten website dan juga menyiapkan anggaran untuk diperlukan.

 

Kesimpulan

Teknologi informasi menawarkan potensi metode baru yang dapat melibatkan masyarakat dalam perencanaan kota. Tugas penting untuk mencapai dengan penggunaan media baru tersebut adalah dengan menyediakan “alat” komunikasi yang memungkinkan untuk terlibat dari jarak yang jauh dan memungkinkan proses manajemen partisipatif berlangsung. iBank Tally memanfaatkan konsep ini untuk mengumpulkan ide-ide masyarakat dan mendorong keterlibatan untuk perbaikan ke kota. Untuk membangun sebuah situs web, penting untuk mempertimbangkan tujuan dari pembangunan website, serta seperti apa keterlibatan masyarakat yang diharapkan dan juga bagaimana hal itu akan dikelola. Dan beberapa aspek yang dapat menjadi pertimbangan untuk mengembangkan iBank adalah: 1) situs; 2) kelompok sasaran; 3) tujuan dan fitur; 4) klasifikasi ide/kategorisasi dan 5) manajemen.


 



Referensi

http://amysampleward.org

http://dailycrowdsource.com

http://en.wikipedia.org

http://encyclopedia2.thefreedictionary.com

http://tamarackcommunity.ca

http://www.gotechark.com

http://www.idea.org/blog

http://www.merriam-webster.com

http://www.nwf.org

http://www.phila.gov

http://www.projectsmart.co.uk

http://www.techopedia.com

http://www.techterms.com

http://www.thefreedictionary.com

 

The Formation of Community Association Based Public Community Libraries and Books Bank of Jogja: An Effort to Realize Yogyakarta Municipal as a City of Education for All (The Best Practices)

Abstract

Equitable access to education in Indonesia is still far from the expected, both in terms of geography, levels, and even on gender issues. The quality of education is also often attributed by the poor reading culture. Many efforts have been made, such as campaigning and motivate people to read. However, these efforts must be accompanied by get community closer with literature itself. Yogyakarta which is known as an Education City, currently, is working to be "A City of Education for All" in the spirit of lifelong learning. One of the efforts to gain is to get closer books, information and library materials to community. To that end, the public should be given access to the widest possible and as easy as possible to books. It is understood that the library is a public place to access information, books  and library materials. Bringing books to the public means also closer physically library in the community.Community association based public community library is an attempt to get closer of public access to books, both technically and philosophicaly. With this concept, as a logical consequence, the need for books and library materials is also get higher. Books Bank of Jogja can be a solution to explore the potential of the community to support the community public library in the case of books and library materials. Books Bank of Jogja is well worth potential to be developed and forwarded a mechanism for the distribution and circulation of books to optimize the usability of a book.

Keywords: books access, community association based, public community library, Books Bank, community supported




1. Introduction

Equitable access to education in Indonesia is still far from the expected, both in terms of geography, levels, and even on gender issues. Similarly, the quality, where the quality of education in international comparison, Indonesia still lags behind countries in the ASEAN region though. This problem would only can be solved by planned, systematic and intertwining synergy efforts of all components of the nation. 

The quality of education is also often attributed by the poor reading culture, in general, many people judge the lack interest in reading and literacy skills of Indonesian society. Many efforts have been made, such as campaigning and motivate people to read. However, these efforts must be accompanied by get community closer with literature itself. Yogyakarta which is known as an Education City, currently, is working to be "A City of Education for All" in the spirit of lifelong learning. In the level of formal education, this effort is being held by an education policy which is favor of the structurally weak community, such as the Assurance Education for underprivileged citizens, the quota for “Card towards Prosperity”  holders in any new schools admissions, and many others. However, these efforts have not been enough, since public access to information and library materials in the framework of lifelong learning is still very limited. And the most democratic means for lifelong learning is the library, in view of the library is a learning resource that most "accessible" and relatively inexpensive, so it can be used by all people.


2. The Formation of Community Association based Public Community Library

Library is an institution that can directly meet the needs of societis information. Libraries are not just for the fulfillment of library materials and information, but further develop society reading culture. With a good reading culture in society, it is expected that the community information literacy well too. Thus, the flow of information developed in the community can run smooth, can be understood as a result of development of information society as a whole. Similarly, it can avoid any misunderstandings or redundant access to public information. The process to achieve literate society of information should be carried out continuously as one embodiment of the concept of education for all.

In an effort to get communities closer to the public library, the priority is on the bottom society, which is structurally have the limitations of access to books. So the policy priorities for the community is how they can easily access the reading materials. The formation of Public community libraries or often called by Community Reading Place (Taman Bacaan Masyarakat/TBM) which based on Community Association  (Rukun Warga/RW) was one of Yogyakarta municipal government’s efforts to closer books and libraris to community. Since these public community library which spread across each community association among Yogyakarta is one of the way to get closer physically and ensure easy access by all strata of society to the bottom though. Later this public community library should be able to spearhead the service needs of information that is always evolving.

The establishment and launching of the community association based public community library was started in the 2007, with a public figures pioneering approach.  Public community libraries are well developed in Yogyakarta. Currently there are about 207 public community library or 33,66% of the total 615 community association or RW. These libraries were formed and held or managed by the community itself, government roles are more than motivated and assistance the community. 

Need to say that, not all these public community library well managed, human resources constraints and the lack of library materials was still an excellent reason. It demands attention and more intensive coaching from the government.To improve these public community library management and service in the community, Yogyakarta municipal government each year (since 2007) disbursed funds in a form of Social Grant to these libraries. The submission mechanism of the grant follows the format and conditions that have been prepared by the Yogyakarta City Library as the implementing agency.  Besides disbursed social grant for these libraries, Yogyakarta municipal government also supervised and technical guidance to the development of library personnel (or librarian). Supervised are be formed by a technical assistance of how to manage the library, training and visitation to the library and community.

As a consequence of the establishment of the community association based public community library, it takes compliance very large of library materials, while the government's ability to meet them is very limited. To overcame this problem, than the Books Bank of Jogja was established. Books Bank of Jogja is a program to collect used or new books or collection from the community and than be distributed for the community.


3. Books Bank of Jogja


Books Bank of Jogja is a program under the management of Yogyakarta City Library which provided for people to be able to donate books and other library materials, and then be distributed to be used extensively for the needy. Books Bank was started up on April 21, 2010. In the age of less than three years, it received a good reception from the public, as evidenced, many donations of books and many incoming requests from both public community libraries, schools and community agencies. No less than 15,000 copies of the book worth reading, both physically and content is collected and channeled in a year, this is equivalent to ten times of the procurement of books in a year which is financed by the Government. Books Bank of Jogja is well worth potential to be developed and forwarded as a mechanism for the distribution and circulation in the book to optimize the usability of a book.

Books Bank of Jogja has a slogan "Sharing books on one another, giving the benefit of all", thus, besides collected books from community and distributed them, Books Bank of Jogja also try to develop a level of social awareness to share information. So that, the society information literacy not just been developed by the government, but also supported and may be the responsibility of the society for all.


4. Closing

Basically, education for all paradigms is provided access of education for all people regardless of their social structure, economic and ages. Books are one of the means to meet the lifelong learning needs of the community. To that end, the public should be given access to the widest possible and as easy as possible to books. It is understood that the library is a public place to access information, books  and library materials. Bringing books to the public means also closer physically library in the community.

Community association based public community library is an attempt to get closer of public access to books, both technically and philosophicaly. With this concept, as a logical consequence, the need for books and library materials is also get higher. Books Bank of Jogja can be a solution to explore the potential of the community to support the community public library in the case of books and library materials. Books Bank of Jogja is well worth potential to be developed and forwarded a mechanism for the distribution and circulation of books to optimize the usability of a book. (Fie')




Sabtu, 01 November 2014

Wrap Up...

Museum di tengah kota
Besok adalah hari terakhir saya di Tallahassee, Florida. Kota yang indah, hijau, tenang dan tertata rapi, dengan pelayanan publik yang memuaskan dan partisipasi masyarakat yang luas. Begitulah kira-kira secara sederhana yang dapat saya gambarkan dari kota ini. Banyak pengalaman dan kisah-kisah lucu dan berkesan bagi saya, ada juga pengalaman yang membuat saya lebih mengerti bahwa kita harus lebih bijak dalam menanggapi stereotype yang secara tidak sengaja terbangun dan berkembang secara turun temurun. Semua ini tentunya merupakan “kurikulum tersembunyi” yang pastinya membuat kita lebih memahami orang lain dan menjadi lebih bijak dalam menjalani hidup ini. Kemajemukan kota ini, karena merupakan “kota pelajar”-nya Florida dengan dua universitas besar, FSU dan FAMU, sarana yang baik untuk belajar dan diskusi secara terbuka tentang hal-hal yang bagi sebagian orang dianggap “sensitif”.

Tiga minggu bukanlah waktu yang lama dan cukup untuk mempelajari dan mengerti secara pasti kehidupan dan tata pemerintahan di kota dan negara ini, tapi karena “rasa kangen rumah” yang sangat besar (ini merupakan perjalanan terpanjang meninggalkan suami dan anak-anak tercinta), saya berusaha mencari benang merah dan mengambil kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk berdiskusi secara formal dan  informal dengan banyak orang secara pribadi dan maupun komunitas. Tidak banyak yang saya ketahui, tapi cukuplah sebagai pengalaman dan seperti diungkapkan tadi, untuk lebih bijak dalam bersikap dan bertindak.

Foto bersama setelah berdikusi panjang dengan akademisi
di Askew School of Public Administration
 Florida State University (FSU)
Hal menarik lainnya yang menambah pengalaman dan pelajaran saya. Teman sekamar saya yang juga peserta program beasiswa ini, adalah warga negara Timor Leste. Negara yang menurut mereka pernah menjadi “jajahan” Indonesia. Kata yang tidak nyaman didengar, tapi begitulah mereka mengatakannya. Dan itu sejarah, ya, selalu akan ada pada dua sisi pada sejarah. Walau berbeda bangsa dan agama, kami dapat bekerjasama dan hidup dengan penuh toleransi. Kami masak, makan, belanja, nge-laundry, jalan-jalan, diskusi dan bekerja bersama dan menjadi saudara.

Sunday School - mendekatkan anak-anak pada Islam
salah satu aktivitas Komunitas Muslim di Kota Tallahassee
Oh ya, kembali ke Tallahassee, orang-orang disini sangat ramah, mereka bertegur sapa mengucapkan banyak terima kasih atas sekecil apapun bantuan yang diterima. Kami benar-benar merasa diterima disini, baik dilingkungan kerja, maupun di kegiatan sosial masyarakat. Dan, kami punya kartu langganan bis yang merupakan salah satu fasilitas untuk pegawai negeri, kartu pegawai untuk keluar masuk gedung (penjagaan disini ketat) dan juga email dinas, dengan nama kami di depan dan @talgov.org dibelakangnya. Sungguh menyenangkan. 
Salah satu sudut Taman Kota
Kesan secara fisik situasi dan kondisi lingkungan di kota Tallahassee, tertata rapi, indah, hijau dan tenang sebagai ibukota Leon County dan Negara Bagian Florida. Gedung-gedung dengan design arsitektur yang senada dan saling menguatkan berjejer rapi dan membuat kesan artistik di sepanjang jalan. Dan ternyata, tidak ada “peraturan” yang menuntut demikian, hanya mungkin kesadaran dari para pengembang dan pemilik lahan untuk membuat kota tampak demikian indah.


Bukti keberhasilan Layanan Publik
Taman kota juga banyak terdapat di kota ini, dan memang dirancang untuk rekreasi warganya, pohon-pohon rindang dan hijau membuat kota ini terlihat sejuk dan hijau. Bahkan ada jalan yang diberi nama Canopy Street, karena di kanan-kiri jalan deretan pohon-pohon hijau yang ujung ranting dan daun-daunnya menyatu ditengah-tengah dan membentuk kanopi. Sungguh indah.


Layanan publik dan upaya
meningkatkan partisipasi masyarakat
Pelayanan publik dan partisipasi masyarakat merupakan dua frasa yang selalu ada dalam “kerja pemerintah”. Masyarakat selalu didorong dan dilibatkan secara aktif baik dalam “pengambilan keputusan” pemerintah dalam layanan publik melalui semua saluran yang memungkinkan, baik “manual” maupun “online”. Transparansi dan akuntabilitas dijaga dengan sistem yang cukup modern. Teknologi informasi dimanfaatkan secara optimal dan bijak, hampir dalam semua bidang layanan. Manfatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, sehingga pada akhirnya, mereka percaya, bahwa pemerintah kota Tallahassee telah bekerja untuk kepentingan dan memenuhi kebutuhan kehidupan mereka. (na’)

Tentang Pak Anwas #9: Islam Mengajarkan Demikian

  Sabah adalah negara bagian yang kami tempati ketika tinggal di Malaysia, tidak hanya di Kota Kinabalu, Ibukota negara Bagian Sabah, bebera...